Kisah Istri Tentara Yang Menjadi Satgas Covid-19 Di RSUD Ajibarang

Banyumas. Tenaga medis yang berjuang dalam penanganan pasien virus corona covid-19 memang menjadi pasukan di garda terdepan. berbagai kisah suka dan duka pun datang dari para perawat dan dokter yang bertugas menangani para pasien Covid-19 di RSUD Ajibarang Kabupaten banyumas.

 

Mulai dari harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), sampai rasa khawatir masuk ke ruang isolasi. Tak hanya itu, seusai mengenakan APD, mereka masih harus berpuasa selama 6 jam, tidak boleh makan atau minum. Meski begitu, semangat mereka tidak pernah patah.

 

Hal itu disampaikan oleh Diah Asih Prismawati (41 Tahun), selaku istri prajurit TNI-AD dari Sertu Setiyadi, Babinsa Koramil - 13 /Ajibarang Kodim 0701/Banyumas yang bertugas sebagai satgas Covid-19 di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas.

 

"Teman-teman perawat di ruang isolasi, seandainya kalian bisa melihat langsung, mesti menangis. Karena di sana itu, teman-teman perawat, kalau sudah pakai APD, selama 6 jam tidak boleh buang air kecil, tidak boleh makan, minum. Pokoknya puasa 6 jam, namanya pakai APD seperti itulah. Panas, gerah, bermacam-macan," tutur Diah,

 

Namun, apa boleh buat, semua ini demi melaksanakan tugas, Meskipun begitu, mereka, para tenaga medis, dapat melaksanakan tugas dengan baik.

 

Ada cara supaya para perawat dan dokter tak stres. Direktur rumah sakit diminta mengganti atau rolling setiap seminggu sekali tugas penanganan. Seminggu bertugas serta seminggu dapat beristirahat di rumah.

Rumah sakit pun memberikan makan, minum dengan gizi yang tinggi dan vitamin sesuai kondisi masing-masing perawat.

 

"Kita semua semangat. Mudah-mudahan teman-teman di lini pertama atau di garda depan, di poliklinik, UGD, bangsal, diberikan kekuatan, kesehatan sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik. sehingga pasien yang kita rawat bisa cepat sembuh dan pulang dengan sehat," pungkas Diah.

 

Semua tenaga medis di RSUD Ajibarang yang menangani Covid-19 juga dites SWAB. Guna mengetahui hasil kesehatannya sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing, setelah sampai rumahpun tidak boleh keluar dari rumah (karantina dirumah) dan alhamdulillah sampai sekarang hasilnya pun sangat baik. (Atun).

Komentar

Postingan Populer